Program Java Connection yang Terkini

Java Connection menyediakan training pembatikan di SLB 3 Yogyakarta. Program ini berlangsung 4 bulan untuk setiap tingkat, yang mana setelah 4 bulan setiap siswa akan di evaluasi untuk ditempatkan di kelas berikutnya sesuai dengan perkembangan kemampuannya. Program ini berlangsung selama 2 tahun, dan sesuai perkembangan anaknya, bila memang sudah siap kita dapat membantu untuk memasarkan produk-produk yang dihasilkan.

Pada permulaan program training yang berlangsung selama 4 bulan, ini telah terbukti menghasilkan terapi yang bermanfaat bagi anak-anak yang mengikutinya, juga mereka mendapatkan skill yang mana akan sangat bermanfaat di kemudian hari. SLB adalah lembaga nirlaba yang juga merupakan sekolah yang memberikan pendidikan, pelatihan dan rehabilitasi kepada para penyandang cacat dan orang-orang dengan kebutuhan khusus. Ini mencakup dari kelas TK hingga SMA (biasanya dari umur 5 sampai 18 tahun) dan memaksimalkan potensi mereka sehingga mereka dapat menjalani kehidupan yang layak dan bisa mandiri.

Setelah melalui pelatihan pertama yang berlangsung selama 4 bulan, anak didik ini akan belajar skill membatik dengan tehnik yang lebih rumit, yang sudah barang tentu disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi masing-masing anak yang berbeda-beda.

Dari pelatihan 4 bulan pertama diharapkan setiap anak didik dapat menghasilkan batik scarf dan juga selendang sederhana. Java Connection tidak mempunyai target khusus kepada setiap anak didik, dikarenakan kondisi mereka yang boleh dibilang unik dan berbeda-beda.

Bahan-bahan untuk produksi, seperti kain (katun, rayon, sutra) dan semua material lainnya yang dibutuhkan (malam, canting, kompor dll) disuplai oleh pihak Java Connection. Kami membayar pembatik SLB sama dengan para pembatik lainnya yang tidak mempunyai cacat tubuh atau kondisi khusus. Kami juga menyediakan tenaga pengejar yang berpengalaman dalam membatik dan juga yang mengerti sekali situasi anak-anak SLB yang membutuhkan perhatian dan penanganan khusus. Java Connection kemudian melabel produk-produk yang dihasilkan dan memasarkan melalui gerai-gerai kami yang ada di Jakarta, Jogja dan Bali. Ini memberikan seniman-seniman SLB penghasilan dan akan meningkatkan rasa percaya diri mereka dan bangga akan pencapaian mereka.

Program SLB ini kami pandang cukup sukses dan berhasil, kami mempertimbangkan untuk menggunakan ‘blue print’ program ini di tempat-tempat lain. Java Connection juga tengah mengevaluasi skill-skill lain yang mungkin cocok dan dapat diterapkan untuk para panyandang cacat atau/dan orang-orang denga kebutuhan khusus, seperti menjahit, melukis, merajut dan perca. Kami dari Java Connection berharap dapat bekerja sama dengan lembaga-lembaga lainnya dengan kapasitas yang sama.

PERWUJUDAN MODEL UNIT KEGIATAN PENGEMBANGAN KERAJINAN

Suatu Upaya Pelestarian Budaya dan Pengembangan Kreatifitas Difabel Secara Inklusif

A. Latar Belakang

Sebagai karya seni, kerajinan bersifat universal yang artinya dapat dibuat, dikembangkan, dinikmati, dan dimiliki oleh siapa pun juga, sudah barang tentu dengan tetap mengakui hak dari para penciptanya. Sebagaimana karya seni lainnya, kerajinan juga merupakan hasil dari koordinasi jiwa yang berupa luapan ekspresi jiwa pembuatnya yang dikoordinasikan dengan konsentrasi indera dan gerak-gerak motorik bagian tubuh yang ditumpahkan di atas media untuk dikomunikasikan kepada para penikmatnya. Jadi untuk menghasilkan karya seni (dalam hal ini kerajinan), manusia harus melakukan proses koordinasi kerja jiwa dengan gerak-gerak organ tubuh yang harmonis.

Bagi difabel yang merupakan bagian dari anggota masyarakat yang ditempatkan pada posisi struktur sosial marginal karena memiliki gangguan fungsi pada sebagian organ tubuhnya, kerajinan merupakan media yang tepat untuk proses rehabilitasi sekaligus pengembangan fungsi organ tubuh serta ekspresi jiwa dalam membentuk rasa percaya diri yang dbutuhkan sebagai modal dalam menjalankan hidup di tengah-

tengah masyarakat.

Salah satu karya seni kerajinan yang telah berurat-berakar sejak jaman nenek moyang pada masyarakat Yogyakarta adalah batik. Pengakuan dunia internasional bahwa batik merupakan hasil budaya bangsa Indonesia membawa efek tingginya perhatian masyarakat terhadap upaya pelestarian sekaligus pengembangan seni batik. Proses pengembangan dimaksud mencakup berbagai bidang, misalnya bidang sosial antropologis, filosofis ideologis, sejarah, dan pengembangan karya seni mulai dari perancangan , teknik produksi, hingga strategi perdagangannya. Dengan demikian penhembangan karya seni batik memberi peluang di berbagai bidang bagi siapa pun yang akan mengembangkan kemampuannya.

Terkait dengan hal tersebut maka SLB Negeri 3 Yogyakarta bekerjasama dengan Java Connection sebagai lembaga usaha yang sama-sama mempunyai misi pengembangan potensi difabel bermaksud mewujudkan wahana pelestarian budaya bangsa dan pengembangan kreatifitas sebagai upaya pengarus-utamaan (mainstreaming) peran difabel pada struktur sosial di tengah-tengah masyarakat. Kegiatan tersebut berupa perwujudan Model Unit Kegiatan Pengembangan Kerajinan yang salah satu kegiatannya adalah pengembangan berbagai produk kerajinan batik.

B. Tujuan dan Keluaran

Unit Kegiatan Pengembangan Kerajinan melalui kegiatan pengembangan batik diselenggarakan dalam rangka pelestarian budaya bangsa dengan tujuan mengembangkan potensi difabel sehingga mampu berkarya di bidang seni secara inklusif, agar dapat berperan aktif ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Keluaran dari kegiatan ini adalah para difabel yang menghargai hasil budaya bangsa dan mampu berkarya di bidang seni kerajinan batik sebagai bagian dari bekal kemandirian hidup secara inklusif.

C. Pemanfaat Program

Pemanfaat program dari penyelenggaraan unit kegiatan pengembangan kerajinan ini adalah para difabel usia kerja.

D. Waktu Penyelenggaraan

Program perwujudan Model Unit Kegiatan Pengembangan Kerajinan ini berlangsung selama 2 (dua) tahun dan setelah program berakhir diharapkan kegitan tersebut telah menjadi suatu unit kegiatan mandiri. Untuk menuju unit kegiatan mandiri disusun rencana usaha (business plan) yang disusun dan disepakati bersama oleh kedua belah pihak.

E. Bentuk Kegiatan

Unit Kegiatan Pengembangan Kerajinan ini menyelenggarakan berbagai kegiatan, antara lain meliputi pelatihan keterampilan seni kerajinan, pelatihan kerja, produksi karya seni kerajinan, hingga pemasarannya.

F. Sumberdaya dan Pengelolaannya

Sumberdaya diupayakan bersama dan pengelolaan dilakukan oleh team pengelola yang dibentuk bersama antara pihak SLB Negeri 3 Yogyakarta dan Java Connection. Kerjasama antara kedua belah pihak dituangkan dalam naskah kerjasama yang disusun atas dasar kesepahaman masing-masing pihak.

G. Monitoring dan Evaluasi

Monitoring secara berkala diselenggarakan untuk memperoleh temuan yang dibutuhkan untuk menyempurnakan pelaksanaan program. Pada akhir pelaksanaan program dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan kinerja pelaksana program, disamping memperoleh temuan yang dibutuhkan untuk penyusunan Rencana Tindak Lanjut.

By Setia Adi Purwanta

Java_Connection