Java Connection by Gunawan Trisaputra

Berangkat dari kecintaannya terhadap budaya bangsa, seorang anak berdarah keturunan cina merintis sebuah usaha dalam bidang seni khususnya batik. Batik yang telah menjadi warisan leluhur bangsa Indonesia dan telah diakui oleh UNESCO, menjadi salah satu usaha yang dilirik oleh Gunawan Trisaputra, pria kelahiran Yogyakarta, 6 Maret 1969 putra ke 3 dari 4 bersaudara dari Ayah bernama Kwan Hong Bie dan Ibu Liem Liang Hwa (alm), merupakan generasi ke 3 dari mainland china, desa kecil di daerah Fuzhou.

Java Connection mulai dirintis 3 tahun ini membawa angin segar bagi industri perbatikan tanah air. Pria yang yang menyelesaikan studinya di Yamaha Conservatory Jakarta dan menyandang gelar Bachelor of Music di Goldsmiths College, University of London, dan sempat menjadi salah satu guru senior di salah satu lembaga music ternama mencurahkan hidupnya dibidang seni. Yogyakarta dipilih Gunawan sebagai cikal bakal industri ini karena dia dilahirkan di Yogyakarta, yang merupakan sentra kerajinan terutama batik yang mengandung nilai seni dan filosofi yang tinggi.

Gunawan biasa disapa, memiliki sebuah butik yang terletak di Omah Dhuwur Gallery, Jl. Mondarakan No. 252 Kota Gede, Yogyakarta dan outlet-outlet tersebar di Jakarta dan Bali. Alun Alun Indonesia-Grand Indonesia, Plaza Senayan, Jakarta. Hotel Sultan, Jakarta dan Sogo, Bali.

Juga telah merambah untuk export yang mana telah menembus pasar Eropa, Inggris khususnya, dimana Java connection mempunyai kantor cabang dan warehouse di Brighton, UK.

Disamping menyediakan sejumlah batik tulis (fully handmade), Gunawan juga mempekerjakan tidak kurang dari 100 warga desa yang dia didik dan arahkan sedemikian rupa untuk design, pembatikan yang menggunakan canting dan cap, dan juga proses pewarnaan. Hampir semua aktifitas masih dilakukan dengan cara tradisional sehingga tentunya hasil karya ini mempunyai nilai yang cukup tinggi.

Tidak kalah menariknya Gunawan juga memberikan pelatihan dan penyerapan tenaga kerja kepada para difable atau para penyandang cacat untuk memiliki keterampilan membatik. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan manfaat hidup bagi mereka, agar rasa percaya diri mereka tumbuh dan menyadari bahwa tidak ada perbedaan dengan orang yang tidak mempunyai cacat fisik, dan diharapkan dapat mencapai prestasi yang sama atau bahkan lebih. Semua ini dilakukan karena Gunawan ingin sekali memberikan sumbangsihnya terhadap komunitas pembatik yang kebanyakan masih tinggal di desa-desa dan juga para penyandang cacat yang notabene selama ini selalu tersisihkan dan mendapat perlakuan yang kurang setara.

Saat ini, Java Connection yang dirintis olehnya telah dilirik oleh pencinta batik di dalam dan luar negeri, Inggris dan kawasan Eropa merupakan pangsa pasar dimana Gunawan telah melakukan export untuk beachwear, terutama sarong-sarong pantainya. Sungguh, suatu usaha yang tidak sia-sia

JAVA CONNECTION SEBAGAI SALAH SATU BRAND

Sebagai pemain yang boleh dikatakan baru dalam usaha ini, membuat seorang Gunawan bekerja keras untuk memperoleh hasil yang maksimal. Nama Java Connection dipilih dengan alasan ‘Java’ – karena berasal dari kata Jawa, dan kata ‘Connection’ dipilih dengan maksud suatu arti hubungan, yang mencakup baik lokal maupun internasional.

Hasil produksinya sudah digunakan oleh salah satu group produsen kosmetik terbesar di Indonesia, Martha Tilaar, kemudian juga instansi-instansi dan sekolah-sekolah yang memerlukan design batik khusus. Hotel dan spa bisnis pun juga menjadi salah satu targetnya seperti Four Seasons Maldives, dan saat ini Java Connection masuk ke Sultan Hotel Jakarta, Suatu penghargaan besar bagi Java Connection tentunya.

Saat ini Java Connection juga memberikan pelatihan pembatikan untuk wisatawan local dan mancanegara, dengan mempekerjakan pembatik-pembatik dari desa-desa kawasan sekitar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mahasiswa/i seni yang berada di Yogyakarta dan para diffable, hal inilah yang membedakan Java Connection dengan pembatik/ industri batik lainnya.

Java_Connection