Ayu Trihandayani

PUSAT DOKUMENTASI SOLOPOS
Griya SOLOPOS Jln. Adisucipto 190 Solo 57145
Telp. 0271-724811 Fax. 0271-724833
E-mail : Pusdok@solopos.net

Pendidikan - Edisi : 11/18/2009, Hal.XII

Keterbatasan bukan penghalang

Jempol kaki kanan Ayu Trihandayani, 18, dengan sigap menjepit canting. Di sampingnya terdapat kompor dan wajan mungil untuk memanaskan malam. Keterbatasan tubuhnya seakan bukan penghalang baginya untuk menciptakan hasil karya seni. Dirinya tampil percaya diri pada pameran hasil kesenian di acara international symposium di Kusuma Sahid Prince Hotel, Solo, Selasa (17/11).

Hasil pelajaran yang dienyam selama empat bulan itu membuahkan hasil, kaki kanannya semakin luwes menggoreskan canting di selembar kain putih berpola itu. Sejak kecil Ayu mengalami cacat tubuh, dia tak memiliki tangan secara utuh. Namun demikian, kekurangan tubuhnya tidak menyurutkan niatnya untuk menunjukkan keahlian membatik.

Martha Tilaar lantas mendirikan sekolah kecantikan. Dia juga mengembangkan beauty and green yang dia ambil dari alam dengan mendirikan Kampoeng Djamoe Organik (R-6)-g

Pola kain yang dibatik itu kemudian di-finishing oleh Java Connection, selembar kain itu dapat dibikin selendang, sapu tangan dan hiasan dinding. Menurut Ayu, tidak mudah untuk membatik dengan menggunakan jari kaki karena belum terbiasa, bahkan terkadang malam yang masih panas terciprat di kaki. ”Meskipun sulit, tapi penasaran untuk bisa membatik,” jelas Ayu yang merupakan alumni Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Solo.

Selain kesenian membatik, sejumlah siswa diberikan pelatihan materi pelukisan batik dengan cara ditolet, yakni menggunakan kain yang digambar dengan kuas besar berwarna. Menurut guru pengajar YPAC Solo, Magdalena Suparti, keahlian siswa berbeda-beda sehingga pendidik harus pandai mengenali kegemaran anak. ”Ada yang gemar menyulam manik-manik dan membuat pola, sehingga keahlian yang berbeda ini dapat saling melengkapi,” papar dia. - Dina Ananti Sawitri S

Java_Connection